A Boy

Pagi ini saudara-saudara, pagi ini, gue kembali gabisa tidur lagi. Sepertinya penyakit yang di derita nando mulai naksir sama gue jadinya gue ikut-ikutan kena susah tidur. Padahal ini mata ngantuk banget ngantuk -_-
Parahnya kemarin malem sekitar jam setengah 8, gue udah niat banget mau tidur. Udah siap tinggal meluncur ke dreamland pokoknya. Skenario udah jadi semua. 5 menit, 10 menit sampai akhirnya entah berapa menit gue ga tidur-tidur juga. Akhirnya gue bangun, duduk, kepala pusing. Saat itu gue memutuskan untuk keluar kamar, cari obat.

Setelah minum obat sakit kepala itu, gue siap-siap tidur lagi. 20 menit mata gue terpejam tapi gue ga kunjung tidur, jangankan tidur pules, tidur ayam aja engga. Jadi cuma merem aja nyusun skenario, dan pada akhirnya gue dapet alur cerita lagi. Gue langsung bangun, nyalain laptop sambil bener-bener membelalakan mata gue. Jari-jari gue menari diatas keyboard (asik banget bahasa gue) beberapa kalimat selesai, bukan, belum selesai.
Berhenti pada kalimat “matanya merah diselimuti kekesalan dan ketakutan”. Pada kalimat itu jari-jari gue berhenti menekan keyboard. Imajinasi gue melayang jauh. Pada kalimat itu harusnya bayangan yang keluar merupakan bayangan sesosok bocah laki-laki, hanya bocah laki-laki dengan mata memerah, bukan bocah laki-laki yang berubah jadi iblis. Walaupun gue ga tau persis wujud dari iblis itu gimana, tapi imajinasi gue soal kalimat itu bener-bener parah menyerupai iblis. Gue merinding sendiri, ini bener-bener abnormal masa merinding gara-gara imajinasi dari diri sendiri.

Gara-gara bayangan itu gue memutuskan buat nerusin cerita itu besok pagi, itu berarti hari ini, nanti. Laptop gue matiin, gue siap-siap tidur. Ga ada hitungan menit gue tertidur. Dan dalam hitungan kurang dari sejam, mata gue terjaga, nyawa gue masih nyangkut di dunia lain. Iya gue inget kok mata gue melek, tapi semuanya kabur, berbayang-bayang. Terus tau2 ada sosok anak laki-laki dengan mata merah, ah aneh pokoknya matanya, mukanya pucat, ekspresinya datar, tapi jadi nyeremin. Anak laki-laki itu pas banget ada di hadapan gue, gue cuma kaget, kaget banget. Karena ngeliat itu gue jadi kebangun tapi penglihatan gue masih kabur semua, antara nyata dan mimpi, entahlah. Tapi kemudian gue kembali tidur dan kembali mimpi. Dalam mimpi itu gue tidur, dan anak laki-laki yang sebelumnya mengejutkan gue lagi duduk di pinggir kasur gue, memperhatikan gue. Gue gatau siapa dia dan darimana datangnya. Gue bodo amat akan kehadiran dia, karna gue emang mau tidur. Akhirnya bisa juga gue tidur. Setelah gue tertidur dalam mimpi itu, gue ga mimpi apa-apa lagi. Tiba-tiba aja bangun.

Mungkin mimpi-mimpi yang gue alami itu merupakan… Apa ya, ekspresi yang lebih nyata (walaupun mimpi tapi itu seperti nyata) dari apa yang gue bayangkan sebelum tidur. Karna, sebelum tidur itu otak gue seperti ke setting otomatis buat mikirin tokoh yang gue pake dalam cerita gue itu.
Oke kali cukup curhat paginya, sekian.
Terima kasih :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s