Melalui Anak Kecil

Tidak mudah mengangkat kepala, tersenyum dan melepas semua tawa disaat hatimu sedang hancur, seakan tidak terjadi apa-apa.

Aku sudah berjanji kepada orang-orang yang sangat menyayangiku untuk kembali pulih, secepatnya.
Aku juga mau kembali normal seperti dulu.
Tuhan tau bagaimana tidak teraturnya hati dan pikiranku.
Hampir seluruhnya kacau.
Senin yang baru untuk aku.
Aku sudah benar-benar tidak berharap apa-apa lagi seperti beberapa hari yang lalu.
Dan yang lebih penting lagi aku sudah tidak ‘meratapi’ kepergiannya.
Aku sudah mulai ikhlas, dan cenderung tidak peduli apa yang dan akan dia lakukan.
Sore tadi aku melihat anak kecil.
Umurnya sekitar 2 tahun.
Anak kecil itu sedang berlari mengejar temannya yang kutaksir lebih tua darinya.
Anak itu terjatuh tertelungkup, aku hendak menolongnya.
Tapi tidak lama kemudian anak itu kembali bangkit dan mengejar temannya lagi.
Tidak ada tangis atau mengeluh kesakitan keluar dari mulut anak itu.
Seketika itu juga aku berfikir, tidak seharusnya aku menangisi dan merasa sakit yang teramat akan sesuatu yang tidak memikirkanku.
Aku lalu tersenyum. Aku sangat bersyukur Tuhan sangat sayang kepadaku dan memberikanku orang-orang yang super hebat disekelilingku.
Tuhan punya berbagai jalan yang tidak terfikirkan oleh umat-Nya, dan kali ini Ia menyadarkanku melalui seorang anak kecil
Terima kasih Tuhan :)
Advertisements

2 thoughts on “Melalui Anak Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s