We Still Remember Each Other

Kau dan aku tidak lagi menjadi ‘kita’.
Beberapa saat kau dan aku tidak saling tegur sapa
Bukan karena malu, aku tau kau mengerti bagaimana situasi saat itu
Aku masih selalu memperhatikan langkahmu, walaupun tidak keseluruhan
Semuanya tertinggal di masa lalu dan menjadi kenangan yang diam-diam masih aku ingat, terkadang.
Aku tidak pernah tau apakah kau mengingat semua hal besar atau kecil tentang diriku, aku juga tidak mau tau. Sampai pada obrolan kecil di suatu malam, kau menunjukan bahwa kau masih mengingat semua hal tentangku
Semua hal. Kutekankan lagi SEMUA HAL.
Setelah sekian tahun aku dan kau meninggalkan suka, duka dan segala yang pernah kita jalani bersama, tanpa mencoba untuk saling mengingatkan sebelumnya.
Aku dan kau pernah menjadi ‘kita’ yang bahagia di masa lalu.
Aku dan kau akan selalu menjadi ‘kita'(-yang-lain) yang bahagia di masa sekarang dan yang akan datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s