Cinta (Monyet) Pertama

5 tahun berlalu semenjak hubungan kita kandas.
5 tahun kita tetap menjaga hubungan baik sebagai teman.
5 tahun ternyata kita masih saling memperhatikan diam-diam.

Entah kenapa 5 tahun itu seperti ga berasa apa-apa. Aku masih mengingat hampir semua kenangan tentang kita, dan ternyata kau juga.
Kau masih tetap perhatian seperti dulu, bahkan sekarang lebih.

… “Masih ingat dulu setiap abis pulang gereja minggu, lo nelfon gue sampe lama bangeeet?”

Kau tertawa dan mengiyakan.

“Lo masih suka Nidji ga?” Kali ini kau balik bertanya.

Aku tersenyum, “Masih, Muse gimana?”

“Masih dooong…” Aku & kau larut dalam tawa lalu sejenak terdiam.

“Ternyata semuanya ga benar-benar ilang ya. Gue kira setelah gue pacaran lagi semuanya bakalan ilang gitu aja. Eh dipancing sedikit langsung inget semua.”

Aku tertawa mendengar pengakuannya, tertawa senang entah kenapa.

“Aline gimana kabarnya? Sekarang udah besar ya?”
Kau masih mengingat nama adik-ku, belum sempat aku jawab kau bicara lagi, “Pasti cantik kayak kakaknya.”. Orang ini ga berubah, dari dulu, dari jaman pacaran, sampai putus, sampai jadi temen lagi kayak gini tetep aja ngegombalin beginian, kebasian banget…

Laki-laki ini tidak akan berubah. Tetap menjadi cinta (monyet) pertama untuk-ku. Obat untuk setiap semangatku yang turun. Kekuatan yang selalu mendorongku untuk positif. Dan anugrah terbaik dari Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s