Berkomitmen Untuk Tidak Berkomitmen

Masih setengah sadar aku meraih handphone yang tidak berhenti berdering. Alarm berbunyi. Aku terduduk di pinggiran kasur, belum sepenuhnya sadar. Kepalaku kemudian aku sembunyikan di sela-sela kedua pahaku, entah untuk apa aku melakukan ini, aku hanya ingin. Sambil memicingkan mata aku lihat ragamu yang tergeletak tengah tertidur pulas di kasurku. Telanjang dada, bertato, dan wangi.

Aku tersenyum mengingat malam yang baru saja kita lalui. Aku sedikit kesal denganmu, bukan kekesalan yang berarti memang. Tapi aku suka. Setiap kali aku mulai terlihat sangat kesal, kamu merangkulku. Lalu perasaan aneh akan menjalar ke seluruh tubuh sampai ke otak jika rangkulanmu itu dilanjutkan dengan kecupan mesra tepat di bibirku. Lalu setelah itu kita saling memacu birahi dan melayani nafsu yang memaksa untuk diselesaikan. Tidak aku pungkiri, aku sangat menikmatinya.

Senyuman itu seketika sirna kala aku mengingat kamu dan aku bukan apa-apa. Aku jatuh cinta padamu, sama seperti halnya dirimu yang jatuh cinta padaku. Kadang aku berfikir terlalu keras kenapa kita tidak bisa bersama-sama menjalani suatu hubungan layaknya orang lain yang sedang dimabuk asmara. Terlalu sering aku memikirkannya sampai akhirnya aku muak. Yang aku tau, aku cinta kamu, kamu cinta aku, dan kita sama-sama senang.

Advertisements

9 thoughts on “Berkomitmen Untuk Tidak Berkomitmen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s