Semesta Mengizinkan

Anjani, duduk di pinggir ranjang. Hatinya gelisah. Pikirannya kalut. Asap rokok belum berhenti keluar dari bibir padat indahnya. Dihisap lagi batangan menthol keenamnya. Mata besarnya memandang jarum-jarum pada jam, pukul 3 dini hari. Dua menit sekali di cek handphone-nya, berharap mendapatkan kabar dari Malik. Kekasihnya menghilang, tidak bisa dihubungi, entah kemana. Setelah habis batang keenam, Ia hanya terdiam sambil menerawang. Memikirkan laki-laki kesayangannya sampai akhirnya ditiduri oleh kelelahan yang berdampingan dengan kegelisahan.

Di sebuah kamar hotel, seorang lelaki bertubuh atletis pandangannya kosong ke arah jendela. Badannya masih dipenuhi keringat. Malik, baru saja menuntaskan birahinya. Menghindar dari Anjani, bermalam dengan wanita lain. Malik menyalahkan dirinya dalam hati, tapi Ia tetap tidak memungkiri kenikmatan yang baru saja didapat. Otaknya kini dipenuhi bayang murka kekasihnya. Kemudian bayangan itu menghilang, tergantikan oleh peluk manja dari wanita yang baru saja Ia tiduri.
Meringkuk manja dalam pelukan Malik. Tidak tertidur, hanya memejamkan mata. Dalam hatinya bersorak gembira. Maya, merasa dirinya menang atas apa yang baru saja dilakukannya bersama Malik. Ranjang dan seisi kamar hotel murahan menjadi saksi atas pergumulan yang mereka lakukan. Ia tidak peduli walaupun Malik punya kekasih, yang penting birahinya tuntas. Keinginan untuk ditiduri oleh Malik terpenuhi sudah.
Advertisements

One thought on “Semesta Mengizinkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s