Kado Menjelang 20

Keyakinanku meredup, nalarku terbit. Aku telusuri lagi berulang-ulang kata demi kata dari kau dan semakin aku membacanya, semakin tidak masuk akal. Ah sudahlah, mungkin kau memang bukan laki-laki yang tepat. Kecewaku, kau yang menciptakannya. Belum sempurna, tapi mampu untuk membuat mood berantakan.

Hari berikutnya, aku melihat senyum nyata dari ciptaan Tuhan yang lain, kamu. Kecewa karena kau terhapuskan, tergantikan dengan senyuman dan tawa tulus darimu. Dalam sekejap kau naik, keluar dari tempat yang cukup dalam di hatiku. Singgasana kau belum ada yang menempati. Bukan aku menjaga, aku hanya tidak mau salah laki-laki lagi.

Kesempatan lain, masih bersama kamu. Tawa tulus masih tercipta diantara kita. Kasih kita konsisten, belum beranjak naik ataupun merosot turun, sampai waktu yang belum dapat dipastikan. Aku dan kamu, tidak memperdulikan seberapa banyak kasih yang kita punya. Aku dan kamu, menyelipkan seribu makna dibalik ketidak manisan kata-kata yang kita tukar. Aku dan kamu, adalah kita yang akan menjadi sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s