Penggalan Lagu

Angin malam, cappuccino hangat, sebatang rokok menthol yang masih tersemat diantara telunjuk dan jari tengahku. Dari iPod kesayanganku mengalun sebuah lagu. Oh, ini lagu milik kawanku dan bandnya. Sudah beberapa kali aku mendengarkannya, tapi tidak sedikitpun aku menggubris liriknya. Aku pertenang emosiku yang masih liar tidak terkontrol. Asap rokok perlahan menghembus dari bibirku dan telingaku kubuat lebih peka untuk mendengar setiap kata yang dilantunkan si vokalis.

Nice Friday – Berakhir Sudah

Jauhkan aku darimu

Dekatkan dia padamu

Karena ku masa lalu

Buanglah yang kau ratapi

Kau takkan buatku mati

Semua kan terlewati

Dan ku inginkan kau jauh

Dan ku inginkan kau menghilang

Usai sudah semuanya

Jangan pernah kau kembali

Usai sudah segalanya

Pergilah dariku

Dan ku inginkan kau jauh

Dan ku inginkan kau menghilang

Usai sudah semuanya

Jangan pernah kau kembali

Usai sudah segalanya

Pergilah dariku

I will let you go

Cause I don’t need you

I will let you go

Cause I don’t need you


Tercabik. Hati yang ku titipkan kau hancurkan. Kepercayaan yang kubuat dengan susah payah dipecahkan dengan sekali hempas. Komitmen yang selama ini kau agungkan, tertelan rasa, rasa yang sengaja kau tanamkan padanya. Kedua pipiki basah, menangisi sepenuh hati kemesraan yang kau lakukan dengannya. Harapanku masih belum sirna, masih menunggu sampai kau sadar adanya hadirku di sisimu…

Wanita macam apa aku ini yang masih bersedia menjalin hubungan dengan orang yang jelas-jelas sudah menduakan cintaku? Sebut aku bodoh atau apalah. Hatiku bercabang, antara masih ada rasa dan ingin membalaskan dendam. Kepuasan akan menyelimuti jika aku berhasil membalaskan dendam yang sukses tumbuh dengan subur. Beberapa kawan mengingatkan, beberapa lagi mendukung.

Kau tersenyum, masih mengucap sayang kepadaku. Aku ikut tersenyum dan juga membalas ucapan sayangmu. Menjijikan untuk menjadi seperti ini. Di saat amarah menguasai tapi kau masih ingin berpura-pura. Diciptakan waktu untuk diam diantara kita dan itu membawaku untuk berfikir lebih dalam lagi. Dalam pikiranku, penggalan lirik lagu menari indah tanpa henti. Aku tersadar dan menemukan jalan dimana seharusnya aku bertindak.

Tatapan matamu masih sejuk tapi tetap menjijikan mengingat apa yang pernah kau lakukan. Telapak tangan kananku mendarat mulus di pipi sebelah kirimu, menciptakan sensasi entah seperti apa, perih. Layaknya tembakan pistol di awal suatu permainan, aku memulai. Mulai melangkahkan kaki menjauhi jalanmu, menyiapkan diri kembali ke lintasanku. Berbahagialah dengan apa yang sudah menjadi jalanmu, dan aku hanya akan menyaksikan. Terima kasih telah menghadiahiku sebuah luka, yang termaafkan tapi tidak tersembuhkan dengan sempurna.

Advertisements

One thought on “Penggalan Lagu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s