When It Rain

Awan mendung menyelimuti di siang yang seharusnya secerah tawa anak kecil yang mendapatkan mainan idamannya. Seorang wanita menatap awan-awan mendung yang siap menurunkan butir-butir air ke permukaan bumi. Tiba setetes, dilanjutkan dengan tetes berikutnya. Hal yang selama ini ditakutinya kembali muncul,.. yah, hanya muncul ketika hujan. Hawa dingin menusuk kulit pucatnya sama seperti hal lain yang ia takutkan, menusuk. Bukan kenangan yang menusuk, bukan. Ada hal lain yang lebih besar kekuatannya dibanding kenangan. Bumi telah basah, masih basah oleh butiran air dari langit. Ditengah kebisingan air hujan, wanita itu berteriak histeris, ketakutannya seperti sirna. Jeritannya teredam oleh suara hujan. Beberapa saat kemudian, ia tidak sadarkan diri, tubuhnya dipenuhi luka. Di samping wanita itu, duduk seorang laki-laki. Tangan kirinya membelai kepala wanita itu dengan lembut dan penuh kasih, tangan kanannya menggenggam ikat pinggang.

Advertisements

4 thoughts on “When It Rain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s