Hari ke-4: Again

12 Agustus 2011

Masih siang, belum terlalu siang. Rumahku sepi, hanya ada aku sendiri, ditemani suara tv. Aku menggeret kasur kecil ke depan tv, jadi aku bisa nyaman menonton tv sambil tidur-tiduran. Itu niatan awalku.

Bukan menikmati siaran di tv, aku malah sibuk browsing melalui handphoneku. Lama-lama rasa kantuk datang, mungkin karena aku juga kurang tidur, sangat kurang malah. Sebenarnya, aku sangat anti ditinggal sendiri di rumah, mengingat sifat penakutku, hehehe.


Semakin lama, konsentrasi ku pada layar handphone semakin berkurang. Mataku juga semakin perih, mungkin memang harus tidur. Tv ku biarkan menyala. Aku tertidur, akhirnya.

Belum lama, aku sudah terjaga. Perasaanku saja mungkin. Pandanganku menyapu setiap detail dari ruang dimana aku berada, tidak ada yang berubah. Suasananya tidak kelam, sama seperti sebelum aku tertidur tadi. Perasaan malas untuk bergerak kembali datang, aku hanya membaringkan tubuhku di kasur yang sama. Telingaku menangkap sebuah suara, seperti suara desisan ular. Benar-benar jelas, namun tidak membesar. Suara itu berasal dari dapurku yang pintunya berada tidak jauh dari tempatku berbaring. Tidak ada rasa penasaran, pun rasa takut. Seperti menikmati suara desis ular itu sambil lalu.

Sebentar kemudian, aku telah duduk di pinggir kasurku, suara desis ular itu telah menghilang. Tubuhku masih tertidur dengan tenang di kasur. Kejadian ini sama seperti malam sebelumnya, ketika aku melihat tubuhku tertidur. Kali ini, aku sudah lebih tenang, tidak bertanya-tanya seperti pertama kali aku mengalami ini, hanya menikmati dan mencoba untuk berhati-hati.

Pandanganku terpaku pada pintu yang menuju ke luar rumah, pintu itu ada di sebelah kananku, berjarak 4 meter dari kasurku dan terbuka. Mataku mencoba meneliti keadaan di luar rumah, tidak ada apa-apa, hanya kegelapan disertai kabut. Rasa penasaran dan bimbangku muncul bersamaan. Aku tertunduk sebentar untuk memantapkan hatiku, sebentar saja, aku coba arahkan lagi pandanganku ke pintu.

Sedikit terkejut aku dibuatnya, anak laki-laki itu lagi. Masih dengan piyama, rambut mangkok, kantung mata dan wajah pucatnya berdiri tidak jauh dari pintu. Bocah laki-laki ini seperti memperhatikanku, aku pun. Lalu mata kami bertemu, matanya seperti berkomunikasi dengan pikiranku. Bocah ini tidak berbicara. Matanya masih mengikat pandang dengan mataku, masih seperti berinteraksi dengan pikiranku dan sekarang tangan kirinya telah menunjuk ke luar rumah. Dia mengajakku bermain ke luar.

Seperti ingin mengiyakan dan menolak dalam waktu bersamaan. Mengiyakan karena aku memang penasaran akan keadaan di luar rumah dan menolak karena aku belum tahu apa akibat yang akan aku terima jika aku ke luar. Tapi sepertinya, rasa penasaranku lebih giat bekerja. Aku memutuskan untuk mengikuti keinginan bocah laki-laki ini dan menuntaskan rasa penasaranku tentu. Baru saja aku ingin bangkit dari duduk, suara seseorang mengingatkanku,

“Sebaiknya kau kembali ke tubuhmu.”

Suara almarhum kakek. Mataku menyapu seluruh ruangan, mencari sosok kakek, namun tidak ada. Bimbang kembali berseteru dengan rasa penasaranku. Aku melihat tubuhku yang berbaring di kasur. Tanpa pikir apa-apa lagi, aku merebah di kasur. Menyatu dengan tubuhku, mungkin. Mungkin ini juga yang namanya, ‘kembali ke tubuh’, mungkin. Aku tidak banyak tahu soal ini.

Mataku terbuka cepat, seperti terkejut. Nafasku tersengal-sengal, degup jantungku lebih cepat dari biasanya. Normal menurutku, mengingat aku pernah mengalami ini sebelumnya. Pikiranku masih berputar soal kejadian yang baru saja aku alami dan suara tv menyadarkan aku. Aku sudah di duniaku, bukan di alam mimpi atau tersesat di dimensi lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s