Hari ke-5: Good Girl, Play Well

Air mata memenuhi wajahku. Hatiku hancur? Entahlah, aku hanya merasakan sesak yang teramat. Salah satu hal terburuk adalah merasa dicurangi, untukku. Sial!

“Marsha.. Kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dariku. Yakinlah…” Kata pria yang sedari tadi mencoba menenangkanku. Aku sangat ingin memukul wajahnya, menusukkan pisau pada hatinya atau menembakkan peluru tepat di kepalanya.


“Jauh lebih baik, aku rasa.” Kalimat itu mantap terucap dari bibirku, angkuh. Aku membersihkan wajahku dari air mata, melihat pantulan di cermin dan kembali tersenyum.

“Kita masih bisa berteman.” Katanya lagi, tanpa menjelaskan apa-apa. Aku dalam kebingungan, ingin angkuh atau mengemis. Oh bukan mengemis cinta, pura-pura mengemis maksudku. Tidak akan sudi otak dan hatiku untuk mengemis cinta pada orang yang tidak bisa melewati ujian percintaan. Susah payah aku mengolah emosiku.

“Tentu saja. Bahkan kita masih bisa berdua seperti ini. Kau masih mencintaiku, bukan?” Tanyaku genit, menjijikan sekali jika aku melihat diriku seperti ini, biarlah, hanya berpura-pura.

“Tentu saja…” Jawabnya, tersenyum, merangkulku mesra dari belakang. Kena kau!

“Kasihan Hanna jika melihat pangeran kesayangannya bermesraan seperti ini dengan mantan pacarnya.” Kataku sambil tertawa.

“Sudahlah, tidak usah membicarakan hal itu. Aku tetap mencintaimu.” Menjijikan sekali aku mendengar suaranya, “Dan saat ini, kita resmi putus?” Tanyanya masih merangkulku.

“Sebenarnya aku tidak mau memutuskan hubungan denganmu..” Ku buat ekspresi wajah sedih persis seperti putri yang sangat tidak ingin kehilangan pangerannya, “Tapi selama aku masih bisa bersamamu seperti ini, tidak masalah bagiku.” Kataku lagi, lalu berbalik mengecup bibirnya.

Aku menertawakan diriku dalam panutulan cermin. Bisa-bisanya aku berpura-pura seperti itu. Sebenarnya aku tidak tahan akan kepura-puraan yang aku buat sendiri itu. Ricky, mantan pacarku, telah masuk ke dalam permainanku. Aku harus bersabar sebelum akhirnya menemukan 2 jalan, menyakitinya lewat hati atau fisik. Peranku harus diperdalam, aku mau semuanya terlihat sempurna. Buang-buang waktu memang, tapi tidak masalah untukku. Permainan baru telah dimulai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s