Everyday

Tanpa sadar, mata pertama yang bertemu mataku setiap hari adalah matamu.
Perhatian pertama yang aku dapatkan di awal hari juga darimu.
Bahkan, senyum atau omelan pertama di saat mataku masih setengah hati terbuka juga aku dapat darimu.

Begitu pun di ujung hari.
Mata lelah itu selalu menjadi yang terakhir menatapku sebelum aku beristirahat.
Perhatianmu juga selalu muncul ditengah rasa kantukmu, sebelum aku masuk ke kamar dan mendapatkan ruang pribadiku tentu saja.

Sepertinya kau tidak pernah lelah?
Kau lelah, sangat lelah mungkin, hanya saja kau bisa mengendalikan semuanya.
Kau hebat, sama seperti wanita-wanita hebat di luar sana.. Dan aku bahagia diizinkan keluar dari rahimmu, Mom.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s