Berakhir Kehilangan

Dua tahun sudah aku memperhatikan wanita yang saat ini sedang berdiri dua meter di samping kananku. Kami sedang menunggu bis. Aku menyukai parasnya, rambutnya yang berwarna cokelat terang, kulit putihnya, matanya yang tidak terlalu besar dan hidung mancungnya, aku mencintainya mungkin. Wanita itu melangkahkan kaki menuju bis yang ditunggunya, langkahku mengikutinya dan berhasil duduk tiga bangku di belakangnya. Tidak berani terlalu dekat, takut keberadaanku mengganggunya. Selama ini aku selalu menjaga jarak antara kami. Biarlah berjarak, yang penting aku masih bisa menjaganya.

Malam ini aku berjanji akan menemuinya. Oh ya, selama dua tahun ini aku bukan hanya memperhatikan wanita ini, aku pun selalu mengiriminya surat dan terkadang bunga ketika hari istimewanya, seperti saat ulang tahunnya sebulan yang lalu.
Aku bisa merasakan kegembiraannya setelah membaca suratku pagi tadi. Bersabarlah, aku akan segera menemuimu dan aku yakin kau akan langsung mencintaiku.

Pukul 7.40 malam, aku telah duduk bersama dirinya, wanita yang selama ini kujaga, Agatha menerimaku sebagai kekasihnya setelah dua bulan aku intens mengunjunginya. Tatapan matanya menyiratkan kebahagian dan kasih sayang. Sepertinya ini hari terbaik untuknya.

Lima menit kemudian ekspresinya berubah, tidak terkendali. Kali pertama aku melihatnya seperti ini, namun aku tidak berkecil hati. Masih terus kucoba mengambil kendali. Cincin yang tersemat di jari manisnya berusaha dilepasnya, “tidak akan bisa.” Kataku dalam hati. Hari ini aku melamarnya dan dia menerima lamaranku.

“Agatha, kau harus tenang!” Suaraku mungkin memekakkan telinganya sehingga dia semakin liar.

“Agatha! Kau tidak bisa menarik kata-katamu!” Tidak ada perubahan setelah kalimat itu meluncur dari bibirku.

“Agatha! Kau bisa mempercayaiku! Aku selalu menjagamu! Tenanglah!”

“Kau werewolf!” Rasa marah masih mengalir dalam dirinya

“Ya! Aku tidak akan menyia-nyiakan manusia sepertimu! Maafkan aku tidak jujur dari awal” Jawabku tegas, meyakinkan.

Perlahan semua mereda dan Agatha bisa menerimanya. Aku mengumpulkan tenaga lagi. Telingaku akhirnya meruncing, cakar pada jemariku bermunculan dan ekor lebatku bergerak-gerak pelan di belakang badanku.

Agatha memintaku bermalam di kediamannya sebelum kami berpindah dunia dimana bangsaku hidup. Ranjangnya cukup besar untuk kami tiduri berdua. Emosi yang meluap tadi membuatnya terlelap, aku mendekap tubuhnya dari belakang. Mataku terbelalak ketika menangkap sesuatu di bagian belakang leher Agatha. Sebuah tanda untuk bangsa penyihir.

Ketika terjaga, kepalaku langsung menghadap cermin pada meja rias di sisi kanan ranjangnya. Ada sebuah kalimat. Aku mendekati cermin dan memusatkan perhatianku pada kalimat yang sepertinya dituliskan dengan darah.

“SUDAH KUBILANG, JANGAN MENGELABUIKU!”

Pikiranku kosong. Refleksi tubuhku tidak nampak di cermin.

Advertisements

10 thoughts on “Berakhir Kehilangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s