The Conjuring. Please, Lower Your Expectation, Chicken.

Akhirnya, saya memberanikan diri menulis sedikit soal film yang sedikit brengsek ini. Setelah senin lalu saya gagal mendapatkan seat kosong untuk film ini dan berujung pada nontonin bang bewok alias Logan, kamis malam lalu saya dan Angga berhasil duduk di row C. Here we go.. Oh iya, maapin kalo spoiler :))

Film dimulai dengan sedikit perkenalan Ed (Patrick Wilson) & Lorraine Warren (Vera Farmiga) sebagai sepasang yang berkecimpung di bidang halus-halusan. Maksud halus-halusan disini ya hantu, iblis, dkk you named it. Pada scene itu, mereka lagi ngasih kuliah soal salah satu kasus yang mereka tangani dan disitulah ada boneka Annabelle. Well, saya sendiri ga ngerti kenapa yang dipilih untuk pengenalan mereka ini adalah kasus yang ada boneka Annabelle nya sih.

Cerita dilanjut dengan keluarga Perron yang pindah ke rumah baru dan tanda-tanda kejanggalan udah keliatan dengan anjingnya yang ga mau masuk rumah, disusul dengan kejadian-kejadian aneh lainnya. Sampai akhirnya Carolyn Perron menemui pasangan Warren untuk mencari tau apa yang terjadi dan… Yaudah pasangan Warren ini melakukan pekerjaan mereka sampai akhir film.

Buat saya, perpaduan atmosfir Insidious dan khas Exorcism berasa banget di The Conjuring, mengingat James Wan juga orang yang menyutradarai Insidious. Tulisan The Conjuring dan sound pada awal film juga khas banget Insidious, sound yang agak abnormal, agak bangsat sih kalo buat saya. Di awal sampai pertengahan film, banyak kejutan-kejutan yang lumayan bikin degup jantung saya semakin cepat dan mampu memancing hasrat untuk mengumpat. Tapi endingnya kayak anti-klimaks, sekali lagi, ini menurut saya. Saran saya, untuk mengalihkan kengerian, perhatikanlah baju yang digunakan Lorraine Warrent saat berkunjung ke rumah keluarga Perron dan sandal yang dikenakan Judy (anak dari Lorraine Warrent).

By the way, saya penasaran, kenapa James Wan suka banget nongolin scene ‘dadakan’ yang ada sosok setan di belakang Patrick Wilson. Seperti di Insidious, yang tiba-tiba menghadirkan beberapa detik muka Patrick Wilson dengan iblis yang mau mendiami raga anaknya. Di The Conjuring pun, beberapa detik di tanah dekat danau memperlihatkan close up Patrick Willson dengan background kaki melayang khas orang gantung diri. Ada yang tau?

Untuk urusan “film yang bikin ga bisa tidur”, saya punya standar sendiri. Untuk chicken bandel seperti saya, meng-underestimate sejak menonton trailer The Conjuring merupakan pilihan yang tepat. Hasilnya adalah, euphoria film terbawa sampai alam bawah sadar saya. It doesn’t matter for me, as long as there’s no something abnormal happen with me.

Oh ya, pas nonton The Conjuring ini don’t forget to feel the temperature..

CLAP!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s