Sederhana yang Tidak Sederhana

Pagi-pagi buta, aku terjaga. Lelah masih enggan menghilang dari raga. Sadarku belum kembali sepenuhnya. Bahagia masih terasa di dada, membuat bibir melukiskan tawa sederhana.

Otakku memanggil kepingan ingatan tentang mimpi semalam, gagal. Bukan mimpi yang membuatku bahagia.

Jemariku menelusuri tuts ponselku, membaca ulang percakapan semalam. Percakapan dengan pria yang berhasil membuatku mempercayakan hatiku padanya.

Bahagia memang sederhana, semudah berucap sayang dengan tulus, atau semudah merasakan bibirnya mengecup lembut keningmu, atau semudah memperoleh kenyamanan dari pelukan hangatnya.
Bahagia menjadi sesuatu yang tak ternilai, ketika yang kau sayang tetap menjadi salah satu alasan untuk tertawa, dalam masa sulit sekali pun.

Terima kasih atas 2 bulan yang ‘terlalu istimewa’ ini untuk membuatku semakin bersyukur memilikimu, Angga Ramadhan Marthio.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s