Untuk Kalian Yang Selalu Berbahagia

Hai,
Tenanglah, jangan dulu gusar ketika kau mengetahui ada sedikit aku di tab mentionmu, sungguh bukan itu maksudku. Aku menulis surat ini dengan damai, berharap kedamaian selalu mendapingi kalian juga.

Hai, Reza..
Laki-laki yang selama beberapa bulan pernah mengisi hatiku, dulu. Laki-laki yang selalu menunjukkan kecemburuannya kepada lawan jenisku, termasuk teman-teman, pun sahabat-sahabatku, aku cukup kecewa pada saat itu. Laki-laki yang mengharuskanku menghabiskan waktuku bersamanya, setiap hari. Berkirim pesan singkat saat mata tak lagi saling menatap, dan amarah akan kembali meluap, jika aku terlelap.
Ketahuilah, aku menyadari perubahanmu jauh sebelum melihat dengan mata kepalaku sendiri, kau mengukir sebuah kisah dengannya menggunakan tinta merah jambu di atas kertas usang, bersamaan dengan itu, kau mengulurkan tanganmu untuk berdansa bersamaku di atas lantai berduri.
Ada yang belum sempat aku sampaikan padamu; terima kasih. Ya, terima kasih kau lebih memilih melanjutkan tulisan merah jambumu dan menghentikan pergerakan kita di lantai dansa berduri itu, buatku itu melegakan. Dan kau harus tau, pasangan berdansaku kini, selain mengagumkan di lantai dansa, dia juga tak akan membakar habis kertas-kertas yang penuh dengan goresan tinta dari tanganku yang mengisahkan dongeng-dongeng percintaan, siapa pun orang yang berhasil menginspirasiku.

Hai, Anna..
Jangankan untuk mengenalmu lebih jauh, melihatmu pun aku tidak sempat, jika tidak dipaksa beberapa temanku. Yah, kau tau, perempuan kadang berlebihan. Tempo hari, aku termakan rayuan salah satu temanku untuk melirik linimasa twittermu. Jadi, aku memang melirik linimasa twittermu, berharap mendapatkan sesuatu yang menarik seperti di linimasa akun lain dan… Akhirnya aku tau kenapa temanku memaksaku untuk mampir sebentar ke linimasamu.
Anna, bacalah terus sampai surat ini habis, sungguh aku tidak bermaksud membuat otak dan hatimu seperti berada dalam sebuah panci yang dipenuhi air yang meletup-letup. Tapi, cobalah berpikir lebih tenang. Sadarilah dengan bijak, aku tidak akan merebut pangeran tampanmu dari kastil kesayanganmu. Aku memang berbalas kicau dengan salah satu adiknya, tapi kami memang hanya bertukar kabar. Terimalah kenyataan kalau aku memang mengenal adik-adik dari pangeran tampanmu itu. Dan, pernyataanmu tentang aku yang mencoba mengambil hati adiknya, benar-benar menunjukkan seberapa dangkal cara berpikirmu. Cobalah kau mencari tahu terlebih dahulu sebelum berkicau penuh gelora negatif karena emosimu yang teraduk. Kuperingatkan, social media itu cukup kejam.
Anna, sangat disayangkan asumsi-asumsi yang kau lontarkan hanyalah rentetan kata kosong belaka, tidak akurat. Kau berasumsi aku tidak bahagia dengan kehidupanku? Bukankah kau hidup di era digital? Semua orang bisa mencari tahu tentang apapun, jika ada kemauan. Bukalah post lain di wordpress ini, atau tumblrku, aku yakin kau mengerti caranya dan kau akan melihat kehidupanku lebih luas.
Anna, maafkan aku masih sempat menemani hari-harinya, merawat saat kondisinya melemah dan mengunjunginya pada masa awal hubungan kalian. Tapi sungguh, pada akhirnya aku berterima kasih kau telah merebutnya dariku dan dengan senang hati aku melepasnya. Dibalik sakit yang dulu kurasakan, aku mendapat bahagia yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, duniaku kembali bersinar indah bagai matahari pagi di Bromo, kembali mengagumkan layaknya aurora borealis di Iceland, dan menyenangkan seperti musim panas di Rio de Janeiro.

Sekian suratku, semoga damai cinta di bulan Februari selalu tercurah sepanjang hari.

PS: tolong jangan besar kepala karena surat ini. Aku seorang penulis yang biasa menuliskan tentang apa saja ;)

Advertisements

6 thoughts on “Untuk Kalian Yang Selalu Berbahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s