Tentang Semesta dan Waktu

Siapa sangka kalau anak laki-laki yang 7 tahun lalu hanya sekedar iseng menggenggam tangan saya, sekarang sedang mempersiapkan pernikahannya dan menjadi calon suami saya???

Pertengahan 2007, kami, generasi 90an, ada yang baru merasakan atmosphere baru kehidupan sekolah. Iya. Kami telah duduk di bangku SMA. Masa yang katanya paling indah. Saat itu, saya belum bisa sepenuhnya move on dari kebiasaan saya saat SMP, dikunjungi 2 teman dekat saya pada sabtu malam.
Pada suatu sabtu, sehabis maghrib, tiba-tiba Dimas menghubungi saya dan bilang kalau dia ada di depan rumah saya. Buru-buru saya keluar rumah karena tidak mau mereka menunggu. Ternyata, Dimas dan Dika datang bersama Angga. Begini hubungannya; Dimas dan Dika adalah teman dekat saya sejak kelas 2 SMP. Lalu mereka berdua sekelas sama Angga pas kelas 3 SMP. Jadilah malam itu saya bertemu dan duduk bersama untuk pertama kalinya dengan Angga. Tidak ada hal istimewa yang saya lakukan setiap 2 teman dekat saya itu berkunjung. Kami hanya bercerita, mencela satu sama lain dan tertawa. Malam itu pun sama, hanya saja… Tangan saya dan Angga saling menggenggam, layaknya sepasang kekasih, tapi kami hanya teman saat itu. Dan mulai dari situ, saya menyimpan sedikit rasa suka untuk Angga. Sedikit saja, karena entah kenapa saya merasa tidak bisa menjangkaunya. Dibantu dengan kondisi yang tidak kunjung mendukung untuk saya menumbuhkannya, rasa itu pelan-pelan memasuki gudang, dia bersembunyi, tanpa ada yang tau dan berani mengajaknya keluar.

Lima tahun berlalu..
Terima kasih kepada tekhnologi yang semakin maju, saya dan Angga terhubung melalui Facebook. Senang, tapi terlalu biasa. Lalu kami beralih ke Twitter. Disana, komunikasi kami pun terlalu biasa, layaknya teman, sewajarnya.
Maret 2012, saya memberanikan diri untuk mencoba lebih dekat dengannya (FAK!! SUSUNAN BAHASANYA KAYAK IKLAN HAHAHA). Tapi sepertinya, saya memang belum diizinkan untuk itu, Angga tidak bisa dihubungi karena handphonenya rusak. Dalam beberapa bulan, saya dan Angga sempat menghabiskan banyak waktu untuk ngobrol melalui Y!M, sampai akhirnya dia memiliki handphone lagi pada akhir Juni 2012. Saat itu, saya sedang tidak berhasrat untuk memiliki rasa apa-apa terhadap orang lain. Maka mengalirlah komunikasi kami, on-off, sampai pertengahan Agustus.
Saking mengalirnya komunikasi kami, saya dengan santainya menggunakan aku-kamu dan panggilan special; dear, tanpa ada getar-getar nikmat di hati. Biasa sekali.

Pertengahan Agustus, H-1 Idul Fitri. Ketika malam takbiran, Angga mempertanyakan tentang kejelasan kita. Maksud saya, Angga bertanya kepada saya, apakah saya berniat melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih dari teman atau tidak. Saya bisa memaklumi pertanyaannya, dengan kondisi sama-sama single dan cara komunikasi kami yang bisa dibilang terlalu intim untuk ukuran pertemanan. Saat itu, jawaban saya tentu saja tidak. Saya hanya menikmati pertemanan seperti ini, sangat dekat dan nyaman tapi tidak dipenuhi tuntutan layaknya pasangan lain yang berpacaran. Apakah rasa suka saya untuknya menghilang? Tidak, entah kenapa saya tidak mau memanfaatkan kesempatan itu untuk menyatakan saya menyukainya. Setelah saya selesai menjawab, Angga menjelaskan kalau saat itu kami memang tidak bisa lebih dari teman karena perasaannya masih belum menentu. Fine enough, tidak ada yang tersakiti, kami tetap berkomunikasi seperti biasa, tetap intim, saling perhatian, bertukar cerita tentang hal-hal absurd dan masih berteman.

Akhir Agustus 2012
Kami memutuskan untuk bertemu langsung, setelah kurang lebih 5 tahun tidak bertatap muka sama sekali. Jangan harap ada getar-getar mendebarkan di hati saya, tidak berlaku sama sekali, mungkin karena sebelumnya saya sudah sering bertemu dengan orang berdua saja -,-
Kami habiskan waktu yang ada dengan bercerita hal apapun, dari yang penting, ga penting, hal normal sampai abnormal, semuanya yang bisa kami ceritakan. Saya luluh dalam semalam, rasa itu kembali muncul tapi sebisa mungkin saya coba menahan. Dalam seminggu setelah kami bertemu, pertemuan-pertemuan lain pun tercipta. Sekedar untuk makan di luar, nonton, sampai survey ke kampus orang, atau sekedar duduk-duduk sambil terus bercerita.
Minggu berikutnya, pertemuan kami lebih sedikit karena satu dan lain hal, tapi… Kami berujung melakukan perubahan. Yep! Pacaran. Kami pacaran. Akhirnya saya berani menumbuhkan rasa yang lama saya abaikan. Bukan cuma menumbuhkan, saya berani menunjukan ke Angga kalau saya memiliki rasa lebih dari seorang teman untuknya.

Maret 2014, setelah 1 tahun lebih mengalami berbagai hal bersama, kami akhirnya mempersiapkan pernikahan kami. Saya sering tertawa dan sedikit berkaca-kaca karena haru jika teringat perjalanan kami. Semua mengejutkan. Semuanya istimewa, dan saya hanya bisa berkata dalam hati, semesta dan waktu memang selalu berkonspirasi untuk menciptakan speechless pada beberapa kejadian. Ajaib!

image

Bersiaplah sebelum semesta dan waktu menjadikan beberapa saat dalam hidupmu berubah seketika.

P.S: Jangan pernah sepelekan kata-kata yang keluar dari mulutmu, semesta akan selalu menampungnya dan menunggu waktu mengeksekusinya (:

XO
– FJRN

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Semesta dan Waktu

  1. wiwith says:

    Wah selamat ya mbak. sebelumnya salam kenal ya, kebetulan saya penggemar tulisan suami mbak yang berjudul.. “The man who cant be moved” :)

    kalau disana endingnya sedih, gantung dan kentang, disini saya gembira Alhamdulillah Song telah menemukan pujaan hatinya dan berakhir happy ending

    Sekali lagi selamat ya mbak, semoga mbak dan Sang “Arjuna” menjadi keluarga yang Samara.Aminn

    Mampir juga mbak ke blog saya yang sepi Wiwith.wordpress.com

    • Arry Fajriana says:

      Hai.. salam kenal juga ya. wah tulisan suami saya banyak yang lebih oke dari yang di kaskus itu hehehe.
      aamiin, terima kasih banyak ya (:
      pasti saya mampir ke blognya, terima kasih sudah mau membaca tulisan saya (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s