Day 342

Hari ke-342 di tahun 2014 jatuh pada hari Senin. Hari yang paling banyak dibenci manusia, hari yang punya nama lain Monsterday. Tapi hari Senin saya tidak seburuk itu. Hari Senin saya bukan monster, pun malaikat. Hari Senin saya sebuah anugerah.

Dimulai dari pagi hari, ketika banyak orang sudah sibuk bersiap ke kantor, atau menuju kantor, atau malah sudah tiba di kantor, saya masih bisa merebahkan tubuh di rumah dan menggunakan masker wajah. Lokasi kantor yang dekat dengan rumah, membuat waktu bersantai saya lebih lama. Tiba di kantor, ternyata internet kantor mati. Untuk insan digital (bahasa lu insan digital), tidak memiliki akses internet sama saja satu langkah mendekati depresi. Masih banyak yang harus saya selesaikan.

Saat saya mulai jenuh dengan pekerjaan saya, di sekeliling saya banyak yang mencari-cari pekerjaan. Atau.. tidak sedikit juga yang berperilaku ‘unik’ karena tidak punya kerjaan. Saya jadi merasa beruntung, atasan saya masih meminta tolong saya untuk membantunya.

Banyak pula yang mengeluhkan tentang berat badannya. Tidak sedikit yang bilang saya gendut, tapi yang bilang saya oke dengan badan seperti ini lebih banyak, yang selalu bilang saya terlihat lebih kurus juga ada. Saya berusaha untuk tidak tersinggung, karena kalau perbandingannya memang diri sendiri memang relatif. Saya memang kurus, kalau dibandingkan dengan pretty asmara. Saya juga jauh lebih gemuk kalau disejajarkan dengan behati prinsloo. Tapi saya bersyukur, saya masih mencintai diri saya sendiri apa adanya.

Ngomong-ngomong soal cinta, hal yang satu ini memang tidak pernah ada habisnya. Karena kalau habis, takutnya manusia mulai kehilangan rasa. Cinta adalah pelajaran dan ujian seumur hidup, dengan hasil yang selalu bervariasi. Sama dengan hal lainnya, yang selalu muncul kerikil di setiap usaha yang dilakukan. Begitu pula dengan cinta. Kadang saya sedih melihat orang-orang begitu terombang-ambing hidupnya karena cinta, tapi ya, saya tidak tau apa-apa tentang percintaan mereka. Saya memiliki seorang lelaki, belum menjadi sempurna memang, bukannya kesempurnaan hanya milik Tuhan?
Walaupun pasangan saya belum sempurna, lagi-lagi saya bersyukur.

Kiranya cukup syukur saya di hari Senin, semoga hari-hari lainnya bisa menjadi berkah bagi saya, bagi kalian juga. Sebuah permintaan impulsive datang dari suami saya, ini dia

Path 2014-12-08 22-18

Ciao!
– FJRN

Advertisements

2 thoughts on “Day 342

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s