3 Things Why You Have to Watch Housebound

Ola!!!

It’s been a looooong time! Post terakhir saya di sini tercatat pada tanggal 10 Desember 2014, dan sekarang udah 21 Januari 2015. Udah ganti bulan, bukan hanya ganti bulan, ganti tahun, ceu! Merasa berdosa udah menelantarkan blog ini. Niat awalnya mau curhat soal kehidupan, tapi kehidupan saya kayaknya gitu-gitu aja, biasa aja, belum ada hal yang terlalu menarik untuk diceritakan.. (padahal mau cerita soal nikah kemarin, tapi ga tau harus mulai dari mana dan ga tau harus cerita kayak gimana). Jadi  pada kesempatan kali ini saya cerita soal film aja deh yang sepertinya sih telat saya tonton.

Tahun 2014 banyak film bagus yang saya tonton (baik itu di bioskop atau di rumah). Dan belakangan ini saya lagi terkagum sama film dari New Zealand, Housebound. Saya sempat nonton film ini dua kali, yang pertama tahan sampai beberapa menit pertama aja sih karena ga ada subtitle. Walaupun udah kebiasa ga pakai subtitle, tapi biar ga salah paham aja ((SALAH PAHAM)). Housebound ini genrenya comedy horror, well saya baru tau kalau ini film ada unsur komedi malah setelah saya selesai nonton filmnya, karena Angga cuma bilang kalau ini film horror (atau dia bilang juga ada komedinya tapi saya lupa gitu ya). Saya ga akan ceritain synopsis karena kalau mau synopsis kan bisa baca di IMDb atau Rotten Tomatoes atau googling azaaa. Saya hanya akan kasih tau sedikit kenapa film harus banget kamu tonton. Emang kenapa menurut ngana???

 

  • YA! Film ini berhasil bikin saya tegang berkali-kali dan gantung! Bukan tegang yang terus bisa ditebak. Banyak scene menegangkan yang kalau di film horror lain, itu udah pasti ulah setannya, tapi ternyata bukan. Terus ada lagi scene dimana Amos lagi cari-cari sesuatu di rumah tetangganya Kylie, terus ketahuan, terus diajak ke samping rumah… pikiran gue udah, “jangan-jangan mau dibunuh niiih!” ternyata.. surprise!!!
  • Transisi mereka dari horror ke komedi ke horror (begitu terus sampai filmnya abis) bagus. Kerenlaaah! Emosi saya berhasil dibuat naik turun, dari deg-degan, ketawa, ketawa ngakak, gemes, deg-degan, dan akhirnya puas di akhir film.
  • Cameron Rhodes!!! I’m not his big fan sih, tapi peran dia keren di sini. Di film ini, dia memerankan Dennis yang jadi psikiater kalo ga salah ya atau konsultan mental buat Kylie gitulah. Dia awalnya wise banget, tapi karakternya juga keras kepala, dan saya ga ada pikiran buruk sama karakter ini, eh ga taunya…

 

Jadi mudah-mudahan kalian penasaran setelah membaca alasan ga jelas kenapa saya suka sama film ini dan kalian jadi ikut nonton. Ga usah cari-cari sinopsisnya kalau bisa, tonton aja dulu, baru cari tau tentang filmnya, atau artisnya, atau directornya, ya terserahlah.

housebound meta

Kali ini saya bersama Rotten Tomatoes!! Kalau kalian punya film-film horror favorit, boleh loh bagi-bagi judulnya sama saya, biar saya nonton juga. Tapi ga hanya film horror sih, hampir semua film juga bisa saya tonton, ya kasih tau saya ajalah pokoknya kalau ada film yang menurut teman-teman harus banget saya tonton.

Eh iya, saya kemarin ada post tulisan juga di Tumblr, kalo mau baca monggo tinggal klik azaaa (kalau mau di-share juga ga kenapa, makasih banget malahan, ehehe). Sekian dari saya.

Ciao!
– FJRN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s