How To Enjoy Suicide Squad

Who doesn’t know Suicide Squad? Margot Robbie, Cara Delevingne, Will Smith, Viola Davis, Karen Fukuhara and… Jared Leto. Pembaca komik DC nggak sedikit yang nungguin setelah diinfo film ini bakal rilis. Masyarakat umum (kayak saya) juga nungguin, kebanyakan gara-gara ada Jared Leto yang memainkan Joker. Kalau saya, ya se-simple mau nonton aja sih, nggak mesti karena Jared Leto. He’s not my type, anyway *sombong, menatap foto Sam Claflin*.

how-to-enjoy-suicide-squad

Photo: suicidesquad.com

Back to topic!
Setelah release, banyak kritikus yang komentar negatif, ga memuaskan, etc. Well, pas belum release di Indo, “I don’t care at all… I just wanna watch the movie!”. Sampai akhirnya saya nonton filmnya di hari pertama rilis di Indonesia. Everything went smooth sampai lewat dari setengah jam, saya mulai ngerasa agak bingung, tapi masih tetap bisa menikmati.

Suicide Squad dimulai dengan perkenalan para super villain, yang masing-masing punya background beda-beda. Dan setiap perkenalannya, ada scene nostalgia tentang apa yang dilakukan si anu, ‘prestasi’ apa yang dia punya sehingga harus direkrut dan gimana bisa sampai masuk penjara. Mungkin dari sini saya udah ngerasa jalan ceritanya berantakan. Apalagi ditambah ketika mereka punya misi untuk nyelametin ‘orang penting’ ketika ada kerusuhan yang disebabkan oleh saudaranya Enchantress. Si ‘orang penting’ ini ternyata Amanda Waller. Terus pas nunggu dijemput helikopter, ternyata helikopternya dibajak Joker untuk jemput Harley Quinn dan Amanda Waller minta Deadshoot (Will Smith) untuk nembak Harley Quinn tapi Deadshoot sengaja missed his target, walau nggak explicit diperlihatkan.

 

Keluar studio, suami saya yang tau banyak soal DC (dan Marvel) langsung bilang, “Jelek filmnya..” sementara saya cuma nyengir. Buat saya, Suicide Squad masih bisa dinikmati, walaupun to be honest ceritanya berantakan. Saya merasa nggak fokus, sebenarnya mau dibawa kemana ceritanya? Tapi yaudahlah, ini kalau expect lebih emang akan banyak pertanyaan-pertanyaan yang mungkin jawabannya hanya crew Suicide Squad dan Tuhan yang tau.

Buat yang masih penasaran sama Suicide Squad tapi terpengaruh dengan review-review jelek, you can still enjoy the movie, here’s my highlight to enjoy Suicide Squad;

– Joker and Harley Quinn’s love story.

how-to-enjoy-suicide-squad

Photo: screenrant.com

Dua karakter ini paling bikin gemas. Di Suicide Squad (dan di komiknya, yang saya tau) Harley Quinn dulunya psikiater intern di Arkham Asylum (Dr. Harleen Quinzel) yang nanganin Joker (yang gila) untuk menuju jalan yang lebih cerah; waras. Ternyata malah Harley yang ikutan gila, bisa secinta itu sama Joker. Ya emang sih katanya cinta itu gila, kalau kata Agnez Mo malah cinta tak ada logika. Joker dan Harley Quinn ini cerminan dari literally cinta itu gila buat saya, hehe. 

Di film ini, diceritainnya Joker segitu cintanya juga sama Harley Quinn sampai berakali-kali nyelametin. Sedangkan, di komik nggak kayak gitu. Cuma… scene Joker & Harley Quinn ini emang menarik sih, jadi agak komedi cheesy gitu karena agak too much aja.

– Viola Davis, the badass woman
Ketika suami saya udah bilang kalau filmnya jelek, saya nanya dong siapa yang meranin karakternya paling bagus. Dan ternyata jawaban kita sama; Viola Davis yang mainin Amanda Waller, yang sadis. Gimana nggak sadis, di satu scene, dia bisa nembakin pegawai-pegawai yang ngelindungin dia sebelum dijemput. Kan kentut. Masih kata suami, karakter Amanda Waller ini emang sadis. Ya walau saya nggak tau sesadis apa, tapi Viola Davis udah cukup ngehek kok.

– Will Smith as Deadshot
Selain Margot Robbie, Will Smith juga punya porsi cukup banyak di Suicide Squad. Jared Leto yang mainin Joker aje kalah, scene Joker di situ cuma tim hore doang. Atau mungkin karakter Deadshot malah central-nya yak??? Dari karakter-karakter lain, buat saya, si Deadshot ini yang paling dapet emosionalnya. Mulai dari nostalgia di masa jaya, hubungan dia dan anaknya sampai akhirnya dia direkrut. Ada satu scene Deadshot yang saya suka banget, ketika dia dikasih berbagai macam pilihan senjata yang tadinya dibilang nggak ada peluru tapi ternyata ada, lalu dia nyobain satu persatu senjatanya, terus ekspresinya bahagia banget kayak ketemu mantan legendaris. Kenapa saya suka banget? Karena sampai bisa ngerasain bahagianya si Deadshot. *oke ini lebay but true*. 

Kayaknya segitu aja highlight dari saya soal Suicide Squad. Oh iya saya juga punya karakter favorit di film ini; Joker & Katana.

how-to-enjoy-suicide-squad

Photo: screenrat.com

Dulu teman saya pernah bilang, “Kalau kamu mau tau akhir dari sebuah cerita, coba bayangin jadi karakternya deh.”

I did it and it works. Mungkin ini yang bikin saya jarang bertanya-tanya kalau nonton film. Untuk Suicide Squad, please nggak usah terlalu penasaran, nggak usah terlalu kebawa sama jalan ceritanya (karena tbh, berantakan). Suicide Squad adalah film untuk kamu yang butuh dihibur, yang nggak terlalu action, yang nggak terlalu emosional dan nggak perlu mikirin jalan ceritanya akan gimana. Lower your expectation and enjoy the show! HA HA HA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s